Meski Gagal Raih Emas, PSSI Pertahankan Pelatih Luis Milla

Timnas U-22 yang berlaga di ajang Sea Games 2017 berakhir kurang memuaskan. Garuda Muda gagal meraih medali emas, yang ditunggu sejak terakhir kali diraih tahun 1991. Meski demikian, pada laga perebutan medali perunggu lawan Myanmar (29/08/2017), Indonesia meraih kemenangan 3-1 di Stadion Selayang, Selangor, Malaysia.

Dengan hasil ini, Evan Dimas dkk berhak atas perunggu. Teka-teki menyeruak mengenai masa depan pelatih Luis Milla. Pelatih asal Spanyol ini hingga kini belum bisa memberi prestasi maksimal, salah satunya gagal berlaga di final Piala Asia U-23.

Gaaruda muda meraih perunggu sebagai pelipur lara. Sumber foto: Bola.com

Akan tetapi, dua hari sebelum laga melawan Myanmar digelar (27/08/2017), seperti dilansir Republika.co.id, Ketua Umum PSSI, Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi ingin tetap mempertahankan Luis Milla. Jenderal bintang 3 itu menjelaskan bahwa  target yang meleset tahun ini lantaran sejumlah hal, bukan semata-mata kualitas pelatih.

Ia melihat permainan Evan Dimas dan kawan-kawan sudah sangat bagus. Milla juga sudah menampakkan kualitasnya sebagai pelatih dengan memberikan kemajuan baik bagi permainan timnas Garuda selama ini. “Tetapi, kita lihat kondisi yang ada, dia bukan kalah karena kualitas, jadi cenderung kepada faktor non-teknis, misalnya banyak kehilangan pemain inti dan faktor luck yang kurang berpihak” kata Edy.

Luis Milla dipertahankan demi proyek jangka panjang. Sumber foto: Bola.com

Langkah ini dibenarkan oleh wakil ketua umum induk sepakbola nasional Joko Driyono. Menurutnya, mempertahankan Milla sangat penting untuk menjaga harmoni di dalam skuad. Selain itu, anak-anak Timnas pun semakin padu, dan ini modal bagus untuk menyambut Asian Games 2018 di Indonesia.

Pelatih yang berhasil membawa skuad Spanyol U-21 juara Eropa tersebut menyatakan “Saya senang bila terus berada di Indonesia,” dilansir Fourfourtwo.com (28/08/2017)

Sumber foto sampul: Republika.co.id

Leave a Reply