Seri Lawan Peru, Selamat Tinggal Argentina?

Argentina kembali bermain imbang di kualifikasi World Cup 2018 zona Amerika Latin melawan Peru. Ini berarti, peluang Argentina lolos ke putaran final di Rusia nanti semakin kecil.

Hasil ini membuat Tim Tango terdampar ke posisi 6 karena di tempat lain, Chile berhasil mengalahkan Ekuador 2-1 yang membuat juara Copa America 2015 naik ke peringkat 3. Zona aman lolos secara otomatis ke World Cup.

Peru sendiri harus puas berada di posisi 5. Mengoleksi poin yang sama dengan Argentina, yaitu 25 namun unggul dalam selisih gol.

Keputusan Aneh Sampaoli

Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Alberto J. Armando, Buenos Aires ini, pelatih Argentina Jorge Sampaoli tidak memainkan Paolo Dybala dan Mauro Icardi. Ujung tombak ia percayakan pada Dario Benedetto, penyerang yang bermain di Boca Juniors.

Keputusan ini cukup aneh mengingat Dybala dan Icardi sedang dalam performa terbaik di liga. Hingga akhir pentandingan keduanya tidak dimainkan, meski Argentina sangat kesulitan mencetak gol. Keputusan aneh lainnya, ia justru mengganti dua kali pemain tengahnya.

Lucas Biglia ditarik keluar untuk digantikan oleh Fernando Gago pada menit 61. Berselang 6 menit kemudian, Gago kembali digantikan oleh Enzo Perez, seperti dilansir Livescore.com (06/10/2017). Tidak ada perubahan signifikan atas pergantian ini, permainan Argentina tetap monoton dan tidak bisa membongkar pertahanan rapat Peru yang dikomandoi Miguel Araujo.

Hasil Terburuk Lebih dari 4 Dekade

Argentina termasuk tim elite yang aksinya selalu di tunggu-tunggu dalam gelaran terbesar sepakbola tersebut. Apabila di ajang World Cup kali ini gagal lolos, tentu menjadi kerugian besar bagi seluruh penikmat bola di seluruh dunia. Bukan hanya World Cup 2018 Rusia yang akan kurang greget , lebih dari itu ini akan menjadi hasil terburuk tim Albiceleste dalam 48 tahun terakhir.

Maklum sejak tahun 1970, Argentina selalu tampil di World Cup; berhasil jadi kampiun sebanyak 2 kali (1978 dan 1986) dan runner up dengan jumlah yang sama (1990 dan 2014). Prestasi gemilang ini menjadikan Argentina sebagai salah satu raksasa sepakbola dunia.

Jika ingin lolos, kmenangan lawan Ekuador tanggal 11 Oktober 2017 mendatang menjadi harga mati. Kalaupun berhasil menang, itupun dengan syarat, Uruguay (peringkat 2), Chile (peringkat 3), Kolombia (peringkat 4), dan Peru (peringkat 5), harus mengalami kekalahan.

Ada memang secercah harapan, karena Kolombia dan Peru akan bertemu di partai terakhir. Mereka harus saling mengalahkan untuk mengamankan posisinya. Kalau keduanya bermain imbang dan Argentina menang, tambahan tiga poin Messi dkk bisa langsung melewati keduanya. Semoga saja! Kalau imbang apalagi kalah, bye Argentina.

Berikut klasemen ter-update yang dilansir dari Livesoccertv.com (06/10/2017)

POS. TEAM MP GD P
WORLD CUP QUALIFICATION CONMEBOL 1ST ROUND
1 Brazil 17 +27 38
2 Uruguay 17 +10 28
3 Chile 17 +2 26
4 Colombia 17 +2 26
5 Peru 17 +1 25
6 Argentina 17 +1 25
7 Paraguay 17 -5 24
8 Ecuador 17 -1 20
9 Bolivia 17 -20 14
10 Venezuela 17 -17 9

(Sumber foto sampul: http://www.thehindu.com/sport/football/article19806437.ece/alternates/FREE_660/Messi)

 

 

 

 

 

Leave a Reply